Great, hari ini 6 April 2011.. malam terakhir dari usiaku yang ke-19, esok hari saat matahari menampakkan sinarnya aku tak lagi berusia muda, sudah berkepala dua.. sejujurnya aku ungkapkan dari lubuk hati terdalam, ada rasa takut yang menjalar indah, kata orang kehidupan manusia saat usianya mulai berkepala dua adalah kehidupan yang sebenarnya, keluar dari sifat kekanak-kanakannya.. mulai menapaki kehidupan yang jauh lebih serius dari sebelumnya.. karena disini masa depan akan dirajut.. akan berakhir indah kah? tau sebaliknya? semua itu kita sendiri yang menentukan.. arah yang akan kita biduk kita sendiri yang kendalikan..
Sejauh ini tak henti aku ucapkan rasa syukur pada Allahku Yang Maha Esa.. dengan penuh cintanya masih memberikan aku nafas agar tetap bertahan hidup, walaupun Allah sebenarnya tau aku bukan makhluk yang sepenuhnya taat pada perintah-perintahnya, kadang akupun ingkar, kembali aku panjatkan ribuan syukur atas semua nikmat dan karunianya.. jalan yang kutapaki saat ini adalah jalan yang sepenuhnya aku fikirkan dengan seksama, moga berakhir indah..
Aku Memaknai hujan sebagai anugerah terindah diatas bumi
seperti hal nya matahari bagi kutub
berpeluk dingin
merasakan tetes air hujan
yang menusuk pori-pori..
perih........
Namun selalu saja ber-irama
menuntun setiap denyut nadiku untuk bernyanyi
menanti kehadirannya satu kisah
indah tentang aku dan kehidupan
bersama pelangi..!!!
Pelangi selalu saja berwarna
membebaskan jutaan bahagia dihati
bahagia...
bahagia...
lantas aku tertawa....
lagi-lagi bahagia......
Ada kisah pahit di usia ke 19 ini, hubungan yang aku rajut 5 tahun lalu harus berakhir, bukan sebab orang ketiga, bukan juga sebab tak lagi setia, tapi mungkin takdir yang pisahkan kita, bila ingin bertanya tentang kesakitan dan derita, menurutku itu adalah pertanyaan yang tak membutuhkan jawaban. bisa dibayangkan bagaimana cinta yang kisahnya indah bila harus berakhir tanpa kata, tapi sekali lagi itu aku serahkan kembali pada Sang Maha Pencipta.. mungkin memang jalannya begitu, aku terima semua dengan lapang dada, seiring berjalannya waktu Allah pasti telah siapkan seseorang yang jauh lebih indah diluar sana.. aku percara akan kuasa-Nya.. semua akan idah pada waktunya
Seperti dulu kau kucintai diluar logika
hingga kini aku masih mengenangmu
dengan rasa yang tak bisa kuberi nama
Iya benar aku memang masih mengenang nya.. tapi hanya kenangan belaka.. kenangan indah yang telah aku bungkus rapih dan tetap aku semayamkan hingga nanti habis nafas ini..
Atas nama tahun-tahun yang menyedihkan
Cinta yang datang bagai sejarah yang sunyi
Dengan perulangannya yang lembut
Benar jika cinta itu bagaikan sejarah yang sunyi, perulangan pada tiap kisahnya selalu lembut.. lagi-lagi Allah menunjukkan kuasa-Nya.. Dia perkenalkan aku dengan makhluk yang maha sempurna, dan entah bukan dengan sengaja hati ini bergetar mesra, membisikkan suatu rasa yang aku tau telah berulang sakitiku, telah berulang isakkan pedih dalam kehidupanku, tapi untuk mencegahnya itu diluar kendaliku, sudah aku coba tuk menjauh dari bisikan itu, ribuan kali ku coba menjauh, ribuan kali pula aku merasa tarikan itu semakin kuat, akhirnya aku lelah.. akupun menyerah dan mulai berjalan mengikuti arus yang ada hingga akhirnya cinta itu terus merasuk dan menusuk indah.. perulangannya yang lembut buatku sedikit terlena untuk mengulanginya kembali, tapi jauh di lubuk hati aku ingin ini cinta yang terakhir, rasanya cinta ini ingin kubawa hingga aku mati, bukan aku jera dalam bercinta tapi aku lelah bila harus mengulang rasa sakit yang sama..
Rasanya cukup untuk curcol kali ini.. dari awal tulisan ini aku buat, aku hanya sematkan kata syukur cinta dan kasih, iya.. memang sengaja karena dalam perjalanan hidup seorang manusia, dibutuhkan rasa syukur yang tinggi agar mereka dapat merasakan cinta dan mengerti arti kasih yang sesunguhnya.. hingga mudah bagi mereka menjalankan kehidupan ini.. agar tak ada kesedihan yang mereka rasa, memang badai disetiap kehidupan itu akan dan selalu terjadi tapi percayalah, ada pelangi yang indah menanti didepan sana.. itu semua hanya masalah waktu dan bagaimana kita menyikapinya..
Mudah-mudahan diumur yang baru aku bisa lebih dewasa, dan bisa lebih efisien dalam memikirkan setiap detik langkah yang aku ambil, aku percaya Allah selalu bersamaku, selama aku tidak melupakannya.. ada permintaan-permintaan khusus pastinya untuk umur yang baru, tapi biarkan aku sediri yang memintanya pada Tuhanku yang Agung dalam sujudku malam ini.. :)







0 comments:
Post a Comment