ﺒﺴﻤ ﺍﷲ ﺍﻟﺮﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮﺤﻴﻢ
Syamsil adalah seorang anak berkulit hitam manis yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Sa’adatuddarain Kelapa 2 Depok. Berbadan tidak gemuk namun juga tidak terlalu kerempeng. Masa kecil yang sejatinya ia lewati bersama ayah dan ibu seperti layaknya kebanyakan anak-anak lain tidak ia dapatkan, karena sejak ia berumur 1 tahun ayahnya telah pergi untuk selamanya. Mungkin itu pula yang kini menjadikan Syamsil seorang anak yang gemar shalat 5 waktu di mushalla dekat rumahnya, “Kan aku jadi bisa sering do’ain bapak aku yang udah meninggal..” ujar Syamsil jika tetangga dengan bangga melihat dan bertanya kenapa Syamsil rajin shalat di mushalla.
Kesibukan Ibunda Syamsil sebagai khodimah (pembantu rumah tangga) menjadikan Syamsil tidak mampunyai banyak waktu untuk mendapatkan bimbingan dan arahan dalam hal pelajaran di rumah. Nilai-nilai Syamsil cenderung kurang baik. Ia banyak tertinggal dalam mengikuti pelajaran di sekolah, belum lagi pelajaran pelajaran agama yang diajarkan di madrasah relatif lebih banyak dibanding Sekolah Dasar biasa.
Adalah sebuah bimbingan belajar bernama ”Zid Ilma” mencoba memfasilitasi Syamsil untuk belajar secara gratis. Namun apa daya, kekurangan fisik pada kaki sang Ibunda mengakibatkan Syamsil jarang sekali mengikuti Bimbel. Belum lagi kesehatan Ibunda Syamsil yang kadang terganggu karena sakit yang bersumber dari kakinya. Yah……Ibunda Syamsil memang sering merasakan sakit kaki. Cacat yang di milikinya ternyata harus ditambah dengan kayuhan sepeda untuk mengantar jemput syamsil.
Tiba saat kenaikan kelas, ternyata Syamsil harus bertahan di kelas I, karena banyak nilai Syamsil yang belum memenuhi persyaratan. Keadaan seperti ini ternyata menjadikan Ibunda Syamsil sangat sedih dan bertekad untuk memperhatikan kemampuan Syamsil dalam hal belajar, namun keterbatasan waktu dan pendidikan beliau juga menjadi salah satu penghambat usahanya.
Ibunda Syamsil akhirnya memutuskan untuk kembali mengajak Syamsil belajar di bimbel “Zid Ilma”. Dengan sepeda mereka walau dengan kondisi kaki yang sakit.
Tanpa terasa satu Semester telah dilewati Syamsil belajar di “Zid Ilma”, ternyata usaha Ibunda mengantarkan Syamsil berbuah manis, yaitu berupa nilai sekolah Syamsil yang mengalami peningkatan meskipun kaki Ibunda ternyata semakin menjadi.
Di awal bulan Desember 2011 menurut hasil rontgen Rumah Sakit, kaki Ibunda Syamsil mengalami keretakan. Akankah peningkatan prestasi belajar Syamsil yang baru digapainya harus terhenti karena kaki Ibunda yang semakin sakit?
Dengan ini Bimbel Zid Ilma mengajak para Donatur untuk berpartisipasi menghadiahkan alat transportasi yang lebih meringankan beban kayuh Ibunda Syamsil
Mari sama-sama kita bantu kekasih Allah ini (Syamsil si anak yatim) mudah-mudahan menjadi kendaraan kita kelak di syurga yang bisa membawa kita menuju Ridho dan Surganya Allah SWT. Amiiin ya Robbal 'alamin...
Jazakumullah khoiron katsir.. buat Antum semua yang sudah berbagi
Jazakumullah khoiron katsir.. buat Antum semua yang sudah berbagi







0 comments:
Post a Comment