Tuhan tak habis kumaknai rahasia kalbu
dalam baris doa yang kian syahdu
menyegarkan impian lalu
Tuhan tak habis kumenerjemahkan bahasa rindu
walau nyanyian cinta membisik hati
membaringkan nafas dalam detak jantung
menyusuri lembah tandus
meneteskan airmata kelambu
sebagai kenangan lalu
Tuhan beribu rasa terpendam dalam dada
melimpahkan kasih sayang
yang Kau beri pada bait-bait malam
melahirkan dzikir cakrawala biru
bagai sabda mengalun sendu
bebintang kehidupan menggapai daya alam
melepas elektron tubuh pada bait-bait Tauhied
mengalirkan gelombang kehidupan masa
sujud-sujud mulai beterbangan dalam asa
airmata memilin kata-kata
menggelar sujud setaman biru
di ujung geliat cinta-Mu Ilahi Rabbi
tebing pemisah bahasa kelu
lirik-lirik bait kian beradu
menyaksikan bebintang biru dan syahdu
tasyahud malam membara roda menderu
pecah
bait-bait memecahkan sendu
mengaliri bahasa Ilahi
dari keremangan malam
Prenduan, 2005
dalam baris doa yang kian syahdu
menyegarkan impian lalu
Tuhan tak habis kumenerjemahkan bahasa rindu
walau nyanyian cinta membisik hati
membaringkan nafas dalam detak jantung
menyusuri lembah tandus
meneteskan airmata kelambu
sebagai kenangan lalu
Tuhan beribu rasa terpendam dalam dada
melimpahkan kasih sayang
yang Kau beri pada bait-bait malam
melahirkan dzikir cakrawala biru
bagai sabda mengalun sendu
bebintang kehidupan menggapai daya alam
melepas elektron tubuh pada bait-bait Tauhied
mengalirkan gelombang kehidupan masa
sujud-sujud mulai beterbangan dalam asa
airmata memilin kata-kata
menggelar sujud setaman biru
di ujung geliat cinta-Mu Ilahi Rabbi
tebing pemisah bahasa kelu
lirik-lirik bait kian beradu
menyaksikan bebintang biru dan syahdu
tasyahud malam membara roda menderu
pecah
bait-bait memecahkan sendu
mengaliri bahasa Ilahi
dari keremangan malam
Prenduan, 2005







0 comments:
Post a Comment