Powered by Blogger.

RSS

Aku dan Masa Depanku

Saya terlahir dengan nama Siti Ummi Hani, lahir di Jakarta, pada tanggal 7 april, 1991. Di sini saya tidak ingin banyak menuliskan tentang masa lalu, karena judul tulisan ini pun “Aku dan masa depanku” tentu membahas apa yang akan saya lakukan di masa depan.  Di usia saya yang menginjak 20 tahun, tentu sudah banyak hal-hal yang saya lalui di masa lalu. Ada suka, ada duka. Dulu saya tidak mengerti saat masalah datang bertubi-tubi dan disekeliling saya hampir keseluruhan mengucapkan kata yang sama “sabar.” Ada apa dibalik kata sabar, tersebut? Mengapa semua orang mengicapkannya saat tertimpa musibah? Apa hanya sabar yang bias dilakukan saat musibah merangkul, kita? Lalu saya pun bertanya-tanya, saat kejayaan saya genggam hamper keseluruhan dari orang di sisi saya akan mengucapkan kata “selamat” dengan serempak, semacam teks skenario yang sudah terlebih dahulu dihapalkan. Cukupkah hanya dengan kata, selamat? Lambat laun seiring berjalannya waktu saya mulai menemukan hal-hal baru, saat tertimpa musibah ternyata bukan hanya ada sabar di sana, ada tawakkal yang harus setia mendampingi agar sabar jadi tidak sia-sia. Dan ternyata di tempat yang lain bukan hanya ada selamat, tapi juga ada rendah hati dan legowo yang setia merangkul selamat.

Sejak SD saya sangat menyukai sastra dan segala perumpamaan di dalamnya, terkadang saya pun berfikir, mengapa saya berani memasuki dunia Tekhnologi yang tidak pernah saya kenal sebelumnya, tahun kedua saya duduk di bangku perkuliah saya sempat berfikir memilih dunia IT untuk masa depan saya adalah suatu kesalahan, karena saya tidak akan bisa bertahan lama di dalamnya. Namun ternyata ada hal lain yang saya suka selain sastra. Saya menyukai tatanan coding yang begitu menguras pemikiran, yang butuh kesabaran agar bias memecahkan maksud dari script-script yang tertulis, saat itu saya tau, saya memiliki harapan untuk tetap berdiri di dunia IT. Dengan bermodalkan keteguhan hati, saya kembali berdiri, memantapkan langkah, menyusun strategi. Saya tahu, Tuhan menciptakan makhluk dengan pengharapannya masing-masing. Karena apa yang lebih indah di dunia ini selain, harapan?

Tentu harapan menjadi lebih baik di masa depan adalah dampaan setiap individu, namun pencapaian menjadi yang lebih baik itu di kembalikan lagi kepada individu. Apa yang sanggup mereka lakukan untuk mewujudkan harapan-harapan indah mereka? Ada yang pernah mengatakan pada saya, untuk menjadi orang sukses tidaklah harus pandai di segala bidang, cukup tekuni satu hal yang benar-benar anda sukai, maka dari sana benih-benih kesuksesan akan anda peroleh. Mari sambut masa depan dengan senyuman, kawan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

My Gadget