Sejauh ini kabar yang diterima tentang kecelakaan pesawat CASA 212NBA adalah karena buruknya cuaca saat pesawat mengudara.
29 September 2011 Pesawat maskapai Nusantara Buana Air (NBA) tujuan Medan-Kutacane jenis Cassa 212 dengan nomor PK TLF ini berangkat dari Polonia pukul 07.28. Seharusnya, tiba di Bandara Kutacane sekira pukul 07.58 WIB. Pesawat mengangkut 18 penumpang, 10 dewasa, 4 anak-anak, dan 4 kru. Pesawat buatan IPTN ini hilang kontak pada menit ke 24 atau 6 menit sebelum landing di Bandara Kutacane, atau berjarak lebih kurang 13,7 mil atau 24,4 km dari sebelum bandara. Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Pomal. Sementara Co Pilot-nya bernama Budiono ini diperkirakan hilang kontak pada koordinat 03*23 N 098*02 E. Selain itu, pesawat yang terpantau sejak berangkat dari Medan ini juga diketahui terbang dengan ketinggian 8.000 feet dari normalnya 7.000 feet. Dari sinyal tanda bahaya (SOS) yang diterima pesawat yang lewat namun tidak diketahui pasti dari mana dan pesawat apa maka ada dua kemungkinan, yaitu diaktifkan pilot atau kalau kapal jatuh.
30 September 2011 Pasukan Khas TNI-AU menemukan lokasi persis jatuhnya pesawat CASSA 212 milik PT NBA setelah melihat langsung dengan menggunakan helikopter BEL 206L PK-UAA. Titik lokasi jatuhnya pesawat ada di kawasan Gunung Hulu Sikelan. Dalam foto yang diambil, Jumat (30/9) pagi sekitar pukul 07.00 WIB menunjukkan posisi pesawat berada di lereng pegunungan Bukit Barisan. Salah satu sayapnya patah dan bagian kepalanya koyak. Dari pantauan tim evakuasi dari udara, juga diketahui bahwa pintu pesawat bagian depan dan belakang masih dalam keadaan tertutup rapat. Posisi pesawat tengkurap di atas tanah di lereng perbukitan berketinggian 5.000-6.000 kaki dengan kondisi bukit sangat terjal. Pada saat ditemukan kondisi cuaca buruk disertai hujan dan angin kencang dengan hutan yang lebat. Lokasi jatuhnya pesawat berada di hutan lebat dan perbukitan, sehingga tim yang diturunkan melalui jalur darat cukup kesulitan mencapai lokasi. Medannya juga dikelilingi jurang.
Semua penumpang dipastikan tewas (14 penumpang dan 4 kru). Kepastian itu diperoleh setelah tim SAR (16 personel) tiba dan melakukan pengecekan di lokasi jatuhnya pesawat. Posisi tewasnya penumpang pesawat dalam posisi duduk di kursi masing-masing dengan safety belt tetap terpasang. Penumpang diasumsi meninggal seketika akibat benturan keras. Berdasarkan hasil investigasi tim SAR di lokasi jatuhnya pesawat , kondisi hidung pesawat dan sayapnya hancur diduga akibat terbentur dengan dinding tebing. Sementara itu posisi badan pesawat masih berada di atas pohon dan tersangga pohon.







0 comments:
Post a Comment