Untuk mewujudkan Depok sebagai Cyber City, Pemkot Depok segera membangun gedung cyber city senilai Rp 7 miliar. Namun bangunan yang dimaksud bukan gedung baru, melainkan membeli gedung yang sudah jadi lalu dibenahi dengan dilengkapi fasilitas sebagai gedung cyber city.
Menurut desas-desus yang ada dana Rp 7 miliar tidak termasuk pembelian peralatan, karena untuk pembelian peralatan dibutuhkan dana yang juga besar. Meski begitu ada tenaga ahli yang didatangkan dari Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia. Mereka akan mengamankan data dan jaringan juga memberikan pelatihan. Dijelaskan, gedung cyber tersebut diperuntukkan bagi sejumlah komunitas. Di antaranya blogger, mekanik, dan sastra. Gedung itu dapat digunakan untuk memberikan pelatihan tentang program aplikasi telepon dan program lainnya.
Kelak para pelajar SD hingga SMA pun dapat memanfaatkan gedung itu dengan membuat program. Dengan internet sehat para pelajar dapat memanfaatkan internet untuk kegiatan positif. Ini juga bagian dari program kota layak anak. Setiap kelurahan akan dipasang peralatan hot spot. Masyarakat di sekitar kelurahan dapat mengases internet gratis melalui wifi. Sudah pasti tidak dapat mengakses situs porno.
Sementara itu, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Reni Siti Nuraini, menjelaskan, ada 14 industri kreatif yang mendapatkan dukungan untuk berkembang. Di antaranya adalah jasa dan telekomunikasi, kuliner serta industri rumah tangga. Industri kreatif akan mendapatkan tempat di ruang terbuka atau ruang publik. Untuk e-commerce sudah disosialisasikan pada tahun ini, sehingga industri kreatif digital bisa berkembang.
Selain, sosailisasi industri kreatif digital, pihak terkait juga telah memberikan pelatihan kepada pelaku industri kreatif. Contohnya, cetak batik secara digital dan memodifikasi mobil dan motor dengan komputerisasi serta percetakan. Mereka memberikan pelatihan itu kepada lulusan SMK. Calon-calon montir diberikan pelatihan dengan harapan mereka bisa membuka usaha.
Menurut desas-desus yang ada dana Rp 7 miliar tidak termasuk pembelian peralatan, karena untuk pembelian peralatan dibutuhkan dana yang juga besar. Meski begitu ada tenaga ahli yang didatangkan dari Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia. Mereka akan mengamankan data dan jaringan juga memberikan pelatihan. Dijelaskan, gedung cyber tersebut diperuntukkan bagi sejumlah komunitas. Di antaranya blogger, mekanik, dan sastra. Gedung itu dapat digunakan untuk memberikan pelatihan tentang program aplikasi telepon dan program lainnya.
Kelak para pelajar SD hingga SMA pun dapat memanfaatkan gedung itu dengan membuat program. Dengan internet sehat para pelajar dapat memanfaatkan internet untuk kegiatan positif. Ini juga bagian dari program kota layak anak. Setiap kelurahan akan dipasang peralatan hot spot. Masyarakat di sekitar kelurahan dapat mengases internet gratis melalui wifi. Sudah pasti tidak dapat mengakses situs porno.
Sementara itu, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Reni Siti Nuraini, menjelaskan, ada 14 industri kreatif yang mendapatkan dukungan untuk berkembang. Di antaranya adalah jasa dan telekomunikasi, kuliner serta industri rumah tangga. Industri kreatif akan mendapatkan tempat di ruang terbuka atau ruang publik. Untuk e-commerce sudah disosialisasikan pada tahun ini, sehingga industri kreatif digital bisa berkembang.
Selain, sosailisasi industri kreatif digital, pihak terkait juga telah memberikan pelatihan kepada pelaku industri kreatif. Contohnya, cetak batik secara digital dan memodifikasi mobil dan motor dengan komputerisasi serta percetakan. Mereka memberikan pelatihan itu kepada lulusan SMK. Calon-calon montir diberikan pelatihan dengan harapan mereka bisa membuka usaha.







0 comments:
Post a Comment